Perdana di Indonesia Timur, Menag Nasaruddin Kick Off MQK Internasional ke-1
TIMES Tangerang/Menag Nasaruddin Umar dan jajaran Kemenag melakukan Kick Off MQK Internasional ke-1. (FOTO: Fahmi/TIMES Indonesia)

Perdana di Indonesia Timur, Menag Nasaruddin Kick Off MQK Internasional ke-1

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar melakukan Kick Off Musabaqah Qira'atil Kutub (MQK) Internasional ke-1 di kantor Kementerian Agama (Kemenag) Thamrin, Jakarta, Selasa (8/7/2025).

TIMES Tangerang,Selasa 8 Juli 2025, 17:13 WIB
654.8K
A
Ahmad Nuril Fahmi

JAKARTAMenteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar melakukan Kick Off Musabaqah Qira'atil Kutub (MQK) Internasional ke-1 di kantor Kementerian Agama (Kemenag) Thamrin, Jakarta, Selasa (8/7/2025). 

Menag Nasaruddin Umar mengatakan, tidak hanya digelar perdana untuk internasional tetapi MQK ini juga perdana digelar di wilayah Indonesia Timur tepatnya di Pondok Pesantren As'adiyah Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. 

“Puncaknya akan dilaksanakan di Pondok Pesantren As'adiyah, ini pesantren paling tua di Indonesia bagian Timur dan ini pertama kali dilakukan diluar Pulau Jawa dan pertama kali juga secara internasional,” ucap Menag Nasaruddin Umar. 

article
Menag Nasaruddin Umar. (FOTO: Fahmi/TIMES Indonesia)

Menag Nasaruddin menegaskan bahwa MQK bukan sekadar ajang kompetisi membaca kitab kuning, tetapi merupakan panggung besar yang menunjukkan pesantren sebagai kekuatan utama dalam membangun peradaban Islam yang adaptif, inklusif, dan berorientasi global.

 “Kitab kuning adalah tradisi hidup (living tradition). Kita tidak sedang mempertahankan masa lalu, tapi memperluas cakrawala pesantren sebagai pelaku utama peradaban regional dan global,” tegas Nasaruddin.

Mengusung tema “Dari Pesantren untuk Dunia: Merawat Lingkungan dan Menebar Perdamaian dengan Kitab Turats”, MQK 2025 menyuarakan isu-isu global seperti krisis lingkungan dan konflik kemanusiaan. Menteri Agama menegaskan pentingnya memperluas maqāṣid al-syarī‘ah dengan menambahkan prinsip keenam, ḥifẓ al-bī’ah (perlindungan lingkungan).

“Pesantren harus menjadi pelopor ekoteologi Islam. Islam bukan hanya agama spiritual, tetapi juga etika ekologis,” ungkap Menteri Nasaruddin Umar.

Kemenag berharap MQK menjadi platform epistemik dan moral untuk menyuarakan nilai-nilai Islam yang damai, ramah lingkungan, dan progresif.

 “Mari kita jadikan MQKN dan MQK sebagai ajang sinergi antarbangsa, perluasan jejaring keilmuan, dan penyebaran Islam rahmatan lil ‘alamin,” tutup Menag Nasaruddin Umar. (*) 

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Ahmad Nuril Fahmi
|
Editor:Ferry Agusta Satrio

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Tangerang, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.